
Narasumber: dr. Dilia Ratna Dewi, M.Ked.Klin., Sp.K.F.R.
(Dokter Spesialis Kedokteran Fisik & Rehabilitasi)
Saraf terjepit atau umumnya disebut kecetit, dapat terjadi saat kita sedang melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya saat sedang berolahraga, mengangkat beban berat, atau karena cedera. Kecetit ringan umumnya dapat diobati di rumah dan tidak memerlukan perawatan dokter. Namun, jika kondisinya sudah semakin parah, maka orang yang kecetit mungkin saja membutuhkan operasi. Karena itu, selagi kondisinya masih ringan, kamu harus segera mengobatinya. Nah, untuk mengetahui hal apa saja yang perlu dilakukan saat kecetit, yuk simak tips dari dr. Dilia Ratna Dewi, M.Ked.Klin., Sp.K.F.R!
Jadi kecetit, sering juga disebut dengan saraf terjepit, merupakan suatu kondisi di mana terjadi tekanan berlebih pada saraf oleh jaringan-jaringan di sekitarnya, misalnya jaringan otot, tulang, atau tulang rawan. Penyebab kecetit atau saraf kejepit ini beragam, di antaranya:
Saat merasakan gejala berupa rasa nyeri yang tajam, dapat disertai sensasi seperti terbakar; sering merasa kesemutan; kebas, mati rasa, atau berkurangnya sensasi area yang sarafnya terjepit serta penjalarannya, misalnya punggung bagian bawah dan tungkai; Kelemahan otot pada bagian yang mengalami saraf terjepit, bisa jadi hal tersebut karena kecetit atau saraf terjepit. Saat keluhan kecetit dirasakan, segera kurangi aktivitas yang menyebabkan nyeri selama 1-2 hari sehingga memungkinkan jaringan yang cedera dapat beristirahat dan kemungkinan sembuh lebih besar. Hindari mengangkat barang yang berat, mengangkat barang dengan posisi membungkuk atau posisi tidak seimbang, dan mengangkat barang dengan gerakan memutar atau menyamping.
Kecetit yang ringan memang dapat sembuh sendiri dalam beberapa hari atau minggu. Namun, kondisi ini sering kali menimbulkan rasa nyeri, mati rasa, atau kesemutan yang sangat tidak nyaman. Untuk meredakan rasa sakitnya, kamu bisa mengikuti tips dari dr. Dilia beberapa hal yang dapat dilakukan di rumah untuk mengurangi keluhan akibat kecetit:
Namun, apabila kondisi kecetit tidak kunjung membaik setelah dilakukan penanganan di rumah, sebaiknya segera dikonsultasikan ke dokter, salah satunya ke Dokter Rehabilitasi Medik untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Program terapi biasanya diberikan 2-3 kali per minggu disertai program latihan di rumah. Kemajuan terapi akan dievaluasi setiap 2-3 minggu. Keberhasilan terapi biasanya dievaluasi setelah 3-6 bulan. Terapi yang akan dilakukan oleh Dokter Rahabilitasi Medik dapat berupa:
Nah, untuk menghindari kecetit sebaiknya kita menghindari mengangkat beban berat yang dapat mencederai otot; mempertahankan postur tubuh yang benar selama bekerja; melakukan peregangan setelah duduk dalam jangka waktu yang lama; melakukan olahraga rutin, terutama jenis olahraga yang dapat melatih otot punggung seperti berenang dan berjalan kaki setiap hari dengan menggunakan sepatu dan pakaian yang nyaman; menjaga berat badan yang ideal; dan selalu menerapkan gaya hidup sehat serta istirahat yang cukup. (gie)
